27 Feb 2012

Jangan Berenang Gaya Katak di Tempat Kerja

32 komentar

Tak dapat dipungkiri bahwa persaingan dalam dunia pekerjaan saat ini sungguh sangat luar biasa ketatnya. Para karyawan/pegawai saling berlomba untuk mendapatkan golongan, pangkat dan jabatan yang baik dan tentunya juga mendambakan penghasilan dan fasilitas yang semakin baik pula.

Hal inilah yang mendorong beberapa orang yang nyalinya ciut dan kurang bersabar dalam meniti kariernya berusaha untuk melakukan kegiatan dan acara apapun untuk menggapai cita-cita atau keinginannya tersebut.Tak heran diantara mereka ada yang memakai gaya katak dalam rangka memenangkan persaingan.
Silahkan memperhatikan bagaimana jika sesorang yang sedang berenang menggunakan gaya katak. Kedua belah tangan diatas kepala dengan posisi seolah menyembah, lalu dikibaskannya kesamping agar bia maju dan kedua kakinya menendang kesana-kemari agar laju dirinya semakin cepat.


Tangan menyembah adalah lambang penjilat atau orang yang suka mencari muka kepada atasannya. Apapun ditempuhnya agar atasan senang kepada dirinya. Sayangnya langkah yang ditempuhnya bukan berupa tampilan kinerja yang baik tetapi justeru kadang tak ada kaitannya dengan tugas pokoknya. Mungkin dia memberi upeti atau bahkan menyemir sepatu atasannyapun dia lakukan asal tujuannya tercapai.
Tangan mengibas kesamping melambangkan langkah sesorang yang menyikut atau berusaha menyingkirkan para pesaing yang dianggap akan menghambat laju kariernya. Orang semacam ini tak segan-segan melakukan black campaign atau kampanye hitam untuk menjatuhkan pesaingnya. Kegiatan memfitnah, menyiarkan berita bohong dan adu domba adalah medianya.

Kedua kaki yang menendang kebawah melambangkan tindakan semenap-mena terhadap kalangan bawah. Orang ini tak segan-segan mengeksploitasi bawahannya untuk kemajuan dirinya. Anak buah dibuat tak berdaya dan bekerja setengah mati untuk membantunya sementara itu karier dan kesejahteraannya tak mendapat perhatian yang pantas.

Itulah langkah yang ditempuh orang yang ingin maju sendirian. Rela mengorbankan sahabat dan bawahannya dan mencari muka kepada atasannya. Dia tak perduli dengan sahabat atau bawahannya asal dia sukses. Padahal seandainya kesuksesan itu diraihnya mungkin tak bisa langgeng karena cepat atau lambat akan tergilas oleh mereka-mereka yang bekerja secara profesional dan bermoral.

Upaya untuk mencapai kesuksesan dalam tugas seharusnya ditempuh dengan cara-cara yang profesional dengan mengedepankan kinerja yang baik dan diikuti oleh akhlak yang baik pula. Kesetiaan atau loyalitas yang dibangun juga harus loyalitas timbal balik yaitu kepada atasan, kepada kolega dan kepada bawahan Dengan demikian jika ia sukses maka kesuksesan itu adalah sukses dalam kebersamaan.
Semoga kita senantiasa berada pada jalur yang benar dan diridhoi Tuhan dalam segala pikiran,ucapan dan tindakan kita. Amiin.

32 komentar:

  1. Amiiin.......smg ya pakdhe kita sllu istiqomah dlm memegang suatu jabatan. Dari Ayah almarhum, sampai suami sekarang merasaan hal yg pakdhe sebutkan diatas,,,jadi kami ga heran lagi liat kelakuan si "katak" itu hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, mari kita luruskan niat"bekerja untuk ibadah" agar hasilnya barokah dan tetap "on the right track"
      Masuk bui itu sakit Jenderal.

      Salam

      Hapus
  2. Saya gak bisa renang neh, berarti juga gak bisa renang bergaya katak...hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalah sama cucuku Dita dan Briga, masih kelas 4 dan 1 SD sudah yahuud renangnya nduk
      sala

      Hapus
    2. ya nanti bandingannya juga dengan cucu saya Pakdhe...hehehe

      Hapus
  3. katak suka menjulurkan lidahnya untuk mengambil mangsanya, persis banget tuh dhe istilah penjilat didunia pekerjaan. @Mbak Ririe bisanya gaya apa? gaya terapung ya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu dia, semua di caplok
      akhirnya mendekam di penjara ya jeng
      salam

      Hapus
  4. huaha analogi katak...
    aku bisa rena gaya batu je.

    BalasHapus
  5. betul banget...!!!persis gaya katak tuh....sukanya nendang2, gak liat apa klo di tendang tuh sakit....apa lg sakit hati, sembuhnya lamaaaa trus bikin dendam, nambah dosa...hhiii....takuuddd (kabooorrr...)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari kita bekerja dengan baik agar hidup kita bermanfaat bagi sesama.
      Salam

      Hapus
  6. masya allah, semoga kita di jauhkan dari sifat2 seperti itu ya pakdhe....pokoke jangan niru-niru gaya si katak deh....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar nduk
      Hidup hanya sekali
      jangan dinodai
      salam

      Hapus
  7. Dulu di kantor saya suasananya seperti itu tuch....kalo ada karyawan yng bisa menjilat bos, tiap 3 bulan sekali gajinya naik...padahal sebenere ngga bisa kerja....sementara kita2 yang kerja setengah mati...karna ngga dekat sm bos, 1 tahun sekali aja belum tentu naik gaji......naseeebbb

    Belum lagi karyawan yang penjilat itu, mau naik jabatan, menjadikan kepala kita-kita ini sebagai tangganya......hmmm

    Tapi pada akhirnya kalo bosnya juga seneng diperlakukan seperti itu, dijamin perusahaan ngga akan berkembang...krna karyawannya penuh dgn orang2 munafik yg sebenarnya ngga bisa kerja.....dan akhirnya perusahaanya bangkrut wkwkwkw......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Artikel yad akan saya bahas ttg boss juga.
      Salam

      Hapus
  8. jauh2 deh dari gaya katak berenang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, jauhi sifat seperti itu.
      Gak ilok dan sangat dibenci Tuhan dan manusia.
      salam

      Hapus
  9. Saleum,
    Akan lebih baik bila dari awal terpupuk sikap propesional dalam bekerja sehingga bila nanti posisi karirnya sudah tinggi sikap yang terbina sejak masih bawahan dulu bisa dijadikan landasan untuk memberi contoh bagi pegawai yang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar bang, atasan juga jangan pilih kasih kepada karyawannya.
      Salam

      Hapus
  10. yaa si katak nakal deyh... wah pakdhe bagus ini buat yang baru2 kerja kayak niar, kerja terus yang cemunguutt :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Profesional dan bermoral nduk, Insya Allah akan maju jaya ekspress.
      salam sayank

      Hapus
  11. menyembah atasan, menginjak, menyepak bawahan atau sesama rekan. Astaghfirulloh! type pekerja seperti ini sangat menyebalkan, dan semoga saja saya tak pernah ( sedikitpun ) mempraktekannya. insya Allah.

    Matur nuwun pituturnya, Pak Dhe.
    Salam untuk seluruh pengunjung WB, juga warga BlogCamp dan tentu saja keluarga di Surabaya.

    BalasHapus
  12. makasih pakdhe info nya bagus sekali ;)

    BalasHapus
  13. Wah gambaran yang bagus pak, untuk menggambarkan penjilat. Mereka (penjilat) hanya berorientasi kepada Tahta dan Harta. Tapi atasan sekarang juga bisa menilai kok pak, mana yg penjilat mana yang bener2 berusaha. hehe
    salam kenal, saya juga sudah join, mampir ke dimasgeel ya :)

    BalasHapus
  14. Wah pintar banget nih yang nulis, mengibaratkan si penjilat dengan "Katak", PAS banget. Tapi semoga saya tidak seperti itu pakde ^-^

    BalasHapus
  15. Filosofis katak.
    Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Entah itu menye,bah atasan, mengibas kawan dan menendang pastrner kerja. Nggak peduli siapa pun itu. Yang menghalangi jalannya akan disingkirkan.

    BalasHapus
  16. g bisa renang ^^

    buat renungan nih :D

    BalasHapus
  17. salam sahabat
    kalao soal renang saya nyerah makanya gaya katak atau apa saya tidak tahu heheheh
    oh iya lam kenal dan udah saya folow makasih ya

    BalasHapus
  18. Aku ga bisa berenang Dhe..
    Untung saja..

    Makasih sudah mengingatkan kita semua

    BalasHapus
  19. nah untung lagi nih, orang kita emang selalu untung katanya, hehehe :D
    untungnya saya gak kerja, hehehe, jadi gak bisa tuh gaya seperti itu :p

    BalasHapus

Terimakasih Atas Kunjungannya

 
Waroeng Blogger's Blog © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Modified by Tim Waroeng Blogger

Waroeng Blogger Warungnya Orang-orang Pinter